Malang, kian rontok bulu cendrawasih, bulu-bulu pemandu arah.
Kini tunas tak lagi sesubur awal pohon-pohon rimbun. Bukan tak diberi pupuk, tapi tak terima dipupuki. Bahkan airpun tidak diresap.
"Konvensional!!"
Sampai-sampai artropod kelaparan tak tahan busuknya buah masa kini.
Semakin rontok bulu cendrawasih, dinamika kehidupan.
Alih-alih manfaatkan, mencari asupan ilmu di pesatnya pertumbuhan teknologi, yang tak konvensional, mereka yang dimanfaatkan, terbuai kemajuan menjebak mereka ke keterbelakangan.
Padahal itu terhampar luas dibalik waduk kebodohan.
Kini satu-dua cendrawasih tersisa.
Nampak kini apa jadi tunas-tunas. Kemarau tak lagi kemarau. Hujanpun terasa panas. Matahari enggan sadar, bumipun nampak segan untuk bersabar.
Kini cendrawasih tidak lagi disangkar, bahkan diburupun sudah tak berharga.
Rabu, 02 Oktober 2019
Belenggu Kemajuan
Oktober 02, 2019
No comments
0 komentar:
Posting Komentar