Rabu, 02 Oktober 2019

Belenggu Kemajuan

Malang, kian rontok bulu cendrawasih, bulu-bulu pemandu arah.

Kini tunas tak lagi sesubur awal pohon-pohon rimbun. Bukan tak diberi pupuk, tapi tak terima dipupuki. Bahkan airpun tidak diresap.
"Konvensional!!"
Sampai-sampai artropod kelaparan tak tahan busuknya buah masa kini.

Semakin rontok bulu cendrawasih, dinamika kehidupan.

Alih-alih manfaatkan, mencari asupan ilmu di pesatnya pertumbuhan teknologi, yang tak konvensional, mereka yang dimanfaatkan, terbuai kemajuan menjebak mereka ke keterbelakangan. Padahal itu terhampar luas dibalik waduk kebodohan.

Kini satu-dua cendrawasih tersisa.

Nampak kini apa jadi tunas-tunas. Kemarau tak lagi kemarau. Hujanpun terasa panas. Matahari enggan sadar, bumipun nampak segan untuk bersabar. Kini cendrawasih tidak lagi disangkar, bahkan diburupun sudah tak berharga.

0 komentar:

Posting Komentar